Sunday, 30 October 2016

Sepenggal Prosa : Aku, yang sudah mati rasa tehadapmu.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBoNXXSlbaiV5rwvPPAK5SbYYZL32OiQ0nfhZRN-HapgD7ZpN3_EZKgGr2hK5j0lHaRI49OO6FTFtb5MVGanlxXJOFZvsH5q_pFAhwkw8GH1JXZbESDjI6dfEfuDYujOHtB76NjMcab6w/s320/1476858202152.jpg


Kau, tak pernah peduli terhadapku ...
Kau, tak pernah tau akan apa tingkah lakuku, apa yang sedang terjadi padaku dan apa yang menjadi sesalku ...
Kau, terlalu sibuk dengan dunia fanamu, dengan khayalanmu, dengan keegoisanmu ...
Bahkan, kau tak pernah merindu ...
Bukan suatu kesalahan jika aku memojokkanmu karena alasan-alasan yang memang masuk akal itu ...
Mungkin, daripada harus bergelut dan beradu mulut denganmu, hendaknya aku memilih untuk berlalu ...
Darimu ...

Kau, tak pernah mengerti tentangku, sedikitpun ...
Aku, selalu ada, selalu memahamimu ...
Tapi nyatanya, darimu, semua berbanding terbalik dan menjadi tabu ...
Hidupku denganmu seperti mayat hidup yang tak tahu malu ...
Memang hidup dalam sendu, tahu makan, tahu berjalan, tapi tak tahu arah, tujuan bahkan menjadi jemu ...
Tak ada perhatian, pengertian bahkan kau tak pernah ada saat semuanya menjadi semua .. 
Dimana kau disaat aku butuh untuk jalan ceritaku?
Disaat aku rindu?
Bahkan, saat aku ingin mendengar lantunan melodi dari bibirmu atau hanya sekedar mendengar suaramu menyapaku, kau tak mau ...
Naif, itu watakmu ...
Hidupmu, penuh dengan egomu ...

Mungkin memang seharusnya aku pergi, berlalu dari hidupmu ...
Atau mungkin kau, yang harus pergi dan berlalu dari hidupku ...
Keputusan itu lebih baik daripada kita yang sama-sama menjadi benalu ...
Sama-sama menjadi beban sedari dulu ...
Karena kita, sama-sama berasal dari masa lalu ...

Rasaku, tak lagi menggebu seperti dulu ...
Dan itu semua karenamu ...
Karena sikapmu ...
Karena sifatmu yang tak pernah bisa kau ganti tanpa ada maumu ...
Ulat saja mampu, bermetamorfosis menjadi kupu-kupu ...
Dia berusaha dengan tulus menunggu, dia sabar dengan semua perubahan itu ...
Tapi tidak bagimu ...

Hampir mati rasanya jika aku harus terus mengingatkanmu, memperingatkanmu ...
Hingga, aku sudah tak bisa merasa rindu ...
Bahkan, hatiku sudah mati rasa terhadapmu ...



Minggu, 30 Oktober 2016.
Sepenggal Prosa : Aku, yang sudah mati rasa terhadapmu.

No comments:

Post a Comment